March 25, 2011 by Grow Deuno

Beda Paradigma, Tindakan Sama, Hasil Beda!


Suatu hari ada seorang laki-laki yang tertarik dengan seorang perempuan.Perempuan ini cantik dan pintar.Laki-laki ini berusaha menarik perhatian perempuan tersebut dengan melakukan tindakan-tindakan keren dan menarik.Dia berusaha tampil optimal,menjaga penampilan menonjolkan jiwa kepemimpinan dan penolong demi menarik perhatian sang perempuan.

Untungnya,perempuan tersebut akhirnya luluh dan suka dengan laki-laki tersebut.Karena laki-laki tersebut tampak keren,unik,menarik,dan berjiwa kepemimpinan.Tentu saja perempuan suka dipimpin dan dibimbing,bukan?

Akhirnya laki-laki dan perempuan itu bisa lebih dekat.Hubungan tampaknya berjalan cukup indah,bukan?Upss!Tapi ternyata tidak seperti yang dibayangkan!Setelah melakukan tindakan-tindakan dan investasi positif ke si perempuan,laki-laki tersebut mulai mengalami kelelahan.Kelelahan fisik dan mental.Laki-laki tersebut perlahan berubah menjadi anak cowok manja,pesimistis,kekanak-kanakan,dan super cuek.Tentu saja sang perempuan terkejut!Kenapa dia bisa berubah?Kenapa semua atribut kepemimpinan,kebijaksanaan,dan kemenarikan dari laki-laki tersebut seakan luntur dan sirna?

Akibatnya hubungan menjadi tidak sehat.Rawan emosi.Dan akhirnya,karena sudah tidak tahan.Sang perempuan meninggalkan si lelaki dengan sedih.Sang lelaki bingung.Kenapa perempuan tersebut meninggalkannya padahal sebelumnya mereka saling menyukai?Padahal sang lelaki telah melakukan banyak investasi ke si perempuan itu.

Oke pembaca,masalah sebenarnya terjadi karena dari awal sang lelaki telah memiliki kesalahan paradigma.Apakah paradigma yang salah itu?Paradigma yang salah itu adalah lelaki tersebut bertindak keren,memimpin,menarik,dan penolong karena menginginkan VALIDASI dari si perempuan.Artinya semua tindakannya semata-mata CUMA CARI PERHATIAN dari si perempuan.Akhirnya ketika sang lelaki telah banyak berinvestasi,dia mengalami kelelahan.Mulai tampak sifat aslinya.Kenapa ini bisa terjadi?Simpel saja,karena dia melakukannya BUKAN DEMI MENJADI PRIBADI YANG BERKUALITAS.Alhasil semua tindakan-tindakannya adalah kepalsuan.

Masalah seperti ini sering terjadi dimana ada suatu hubungan yang menarik di awal,namun akhirnya mengalami kejenuhan dan kebosanan.Masalah ini cukup sering dilakukan oleh semua manusia.Baik laki-laki ataupun perempuan.

Coba seandainya dari awal sang pria memiliki paradigma :”Saya melakukan kebaikan,melatih kepemimpinan,menarik,dan menunjukkan rasa percaya diri BUKAN DEMI MENARIK PERHATIAN PEREMPUAN,tapi DEMI MENGASAH DIRI MENJADI PRIA YANG BERKUALITAS TINGGI!” maka kebaikan dan investasi yang dia lakukan akan benar-benar MEMBENTUK KARAKTERNYA JADI LEBIH BAIK. KARAKTER PRIA BERKUALITAS TINGGI!

Ya,hanya kesalahan pada paradigma,walaupun tindakannya sama,hasilnya pasti beda!Apalagi kalau semua paradigma dan tindakan didasari semata-mata mencari perhatian dari orang lain,kita pasti akan mengalami kelelahan.

Belajar,menolong orang,memimpin kelompok,dan tindakan positif lainnya bukan demi sekadar nilai,pujian,dan perhatian orang lain,tapi demi mengasah karakter menjadi lebih baik!

Apa saya pernah mengalami menjadi seorang dengan paradigma salah demi mencari validasi?Bukan cuma pernah,tapi SERING!

Tapi setelah mendapatkan masalah bertubi-tubi yang membuat saya down dan banyak mengurung diri di kamar.Akhirnya saya sadar,saya harus belajar dari kesalahan dan membuang jaiuh-jauh MENTAL MENCARI VALIDASI/APPROVAL JUNKIE!

Paradigma itu harus diganti menjadi: “Semua tindakan yang saya lakukan merupakan proses pembentukan karakter menjadi lebih baik!Proses yang tidak instan!Proses yang panjang mungkin sampai saya tua dan sudah tidak bernafas lagi!”

Mari semua,yang pernah mengalami masalah yang sama.Bangkit dan berjuang!Segera ubah paradigma yang keliru!Don’t just be yourself,but be your best self!

Lagi kerasukan,

Grow Deuno.