March 23, 2011 by Vel Equileus

Tentang Pria dan Tangan Miliknya


Guys, bahasan kali ini akan sedikit sensitif, dan gue khawatir kalau bahasan ini menimbulkan salah persepsi. So, ada baiknya gue kasih beberapa disclamer terlebih dahulu.

Pertama, yang akan kita bahas kali ini adalah hal yang pasti pernah dilakukan oleh semua pria. And I believe that you guys are exactly understand what I'm trying to tell. Yeap, masturbation. Kedua, kita bukan orang-orang munafik yang nggak mengakui keberadaan suatu kegiatan individual yang bertujuan memuaskan hasrat seksual itu. Ketiga, yang ingin kita bahas di sini adalah atas dorongan apa kita -para pria- ngelakuin perbuatan ini. Kita nggak akan ngebahas tentang sisi baik-buruknya perbuatan ini baik dari tinjauan agama, maupun kesehatan. Keempat, gue mau minta maaf sebelumnya apabila paragraf-paragraf selanjutnya terkesan menghakimi. Gue cuma mencoba untuk mengungkapkan kebenaran, oke bro? Gue berharap apa yang gue tulis di paragraf disclamer ini bisa ngebantu elu mengerti ke mana arah pembicaraan kita kali ini.

Without any further due, let's throw this topic in! Mari awali topik ini dengan menjawab satu pertanyaan: What stimulates you? Apa yang ngedorong elu untuk melakukan masturbasi?


Nafsu? Tentu saja. Tapi coba telisik lebih jauh lagi, apa yang menyebabkan timbulnya nafsu itu?

Naluri alamiah? Hmm... maaf sobat, jawaban kamu masih abstrak :D

Pada nyerah? Oke deh, langsung aja yah. Gini, yang akan kita coba untuk gali adalah, apakah elu bermasturbasi semata-mata karena nafsu atau ada hal-hal pendukung lain seperti rasa kesepian, frustasi, kecewa, pelampiasan kekesalan, dan sebagainya? Kalau kamu emang ngelakuin perbuatan itu murni karena dorongan hasrat pribadi, well, kita kembalikan ke elu untuk melakukannya atau tidak. Bagi mereka yang bermasturbasi tanpa ada satu hal yang tidak beres dalam hidupnya, kamu bisa berhenti membaca artikel ini di paragraf ini sekarang juga.

Tapi jika kamu bermasturbasi karena ada masalah di dalam diri kamu, dengan berat hati kita pengen kasih tau kalau pemecahan solusi masalahmu tidaklah semudah mengurut-urut tongkat!

Banyak pria bermasturbasi karena mereka merasa kesepian. Lebih spesifik lagi, merasa tidak punya teman. Lebih spesifik lagi, merasa tidak punya teman wanita. Jadi daripada menghadapi realita dunia yang pahit, mereka pergi ke kamar mandi mereka di setiap malam yang sepi untuk pergi ke dunia yang mereka ciptakan sendiri, di mana mereka menjadi tuan dan raja dunia itu, dimana mereka bisa menciptakan wanita pemuas nafsu sebanyak mungkin yang mereka mau, dimana mereka, bisa sejenak melupakan hidup nyatanya yang kelam.

Bukannya mau melarangmu untuk mengambil kompensasi di hidupmu sendiri, sobat, tapi yang ingin gue kasih tahu adalah, realita itu tidak bisa diobati dengan fantasi! Realita harus diobati dengan realita yang lebih baik! Kita juga ngerasa kan, kalau sehabis masturbasi, yang ada hidup realita kita bukan tambah baik, tapi malah jauh lebih buruk dan jauh lebih buruk lagi! Ada yang tahu kenapa?

Karena semakin sering kamu hidup di alam fantasi kamu, semakin kamu berharap bahwa hal itu nyata dan semakin kamu nggak bisa nerima kenyataan kalau realita kehidupanmu nggak seperti itu!

Dalam kata lain, jarak antar hidup yang kamu idamkan (yang kamu wujudkan lewat masturbasi) akan semakin terpaut jauh dengan realita hidupmu sekarang. Dan jika kamu belum tahu, orang yang jarak antara realita dan fantasinya terlampau jauh biasanya berakhir sebagai...

...ah, saya sendiri tidak tega mengatakannya.

Lalu, jika masturbasi bukanlah solusi dari kompensasi hidup seorang pria yang kelam, lalu apa dong yang harus kita lakukan?

Yang harus kita lakukan adalah, kita memperbaiki realita hidup kita. Kita tempa dan kembangkan karakter pria kita, kita ubah dan makeover penampilan kita, kita ubah cara kita memandang hidup kita sendiri, bisa juga kita bergabung dengan komunitas yang saling membangun untuk kemajuan masing-masing pribadi yang lebih baik.

Jadi, apa yang mungkin akan kamu lakukan setelah ini? Menutup tab blog ini dan kembali membuka situs-situs fantasi itu, atau mematikan komputer kamu dan menghadapi dunia, dimana realita yang lebih baik menunggumu di sana?

Now the choice is in your hand, my brother. Use your hand wisely.


Your dear brother in bones,

3 comments:

punkpinkpunkpenkponk said...

Vel bikin tulisan ini malem2 ketika dia di kamar mandi. Tp jangan salah bro. Vel bukan mainin tangannya, tapi.. memikirkan kenapa setiap kali boker selalu saja terdapat "kloter2" yang masih tersisa (just see his Time Line in twitter)

Nice writing, Vel. Gw suka banget cara nulis lu. Suer dah. Ngalir abisss...

Dan apapun yang lu tulis, entah mengapa selalu menginspirasi gw. Untuk tulisan kali ini, inspirasi yang gw dapet adalah

"pilihan ada di tangan lu"

Mantep banget.

p.s.: Ayo buruan UTSnya. Selasa ini ada ngumpul si 711 senayan

Vel Equileus said...

Wakakakakak, thanks bro, thanks :D
Soon joining with the force, gue sangat membutuhkan pancaran cahaya glossy elu :)

Lupa Lupa Ingat said...

Cari duit yang banyak, tinggal pilih mau yang gimana bentuk ukuran dan model bisa di dapat, "pilihan ada di kantong loe "