April 6, 2011 by Ace

My favorit Deep Connection Game - Lies Detector

Salah satu game favorit Deep Connection yang gw beri nama “LIES DETECTOR”. Basically gw dapet ini skitar awal tahun 2008 saat gw pergi searching ke gramedia melihat buku2 tentang magic. Dengan tujuan untuk menemukan game tentang magic or sulap yang sesuai dgn karakter gw kelar HSEW #21. Akhirnya gw menemukan salah satu sulap tentang angka yang biasa dikategorikan sebagai “Mind Game”. So how to play it….???? Nice question..!

Yang diperlukan untuk memainkan game ini hanyalah sebuah hape yang notabene hampir semua hape jaman sekarang memiliki fasilitas kalkulator. Hasil akhir dari game ini adalah untuk menebak angka yang disimpan atau disembunyikan oleh sang target hit.


March 29, 2011 by Aetos Dios

Atasi Grogi saat Public Speaking!


Jika kamu adalah seseorang yang sedang mengalami kesulitan ketika harus berbicara di depan umum, maka mungkin artikel akan membantumu dalam menganalisis dan mengatasi suatu penyebab utama munculnya sebuah perasaan yang membuat jantungmu berdebar-debar, keringat bercucuran, ataupun perasaan hati yang sangat tidak nyaman. Sebuah perasaan yang kerap kali disebut ‘grogi’ yang menghambat kinerja otak kamu dalam menyampaikan persentasi, membacakan puisi, berpidato, ataupun berargumen di depan umum.

Penyebab utama rasa grogi kamu adalah rasa takut atau dalam bahasa inggris disebut FEAR. FEAR dalam bahasa inggris diakronimkan sebagai Fantasized Experience Appearing Real, atau kejadian dalam imajinasi kamu yang seolah-olah terlihat nyata.

Terdapat berbagai macam ketakutan yang kamu rasakan ketika kamu berbicara di hadapan publik, namun di artikel ini saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai perasaan grogi itu sendiri, sebuah perasaan yang muncul akibat respon kamu terhadap rasa takut yang kamu rasakan.

March 26, 2011 by Ricci Ritz

Egois Itu Baik






“Ih, kamu kok egois banget sih?”

Atau,

“Gue ga nyangka ternyata punya temen se-egois elo!”


Penggalan kalimat di atas adalah contoh percakapan sehari-hari yang terjadi di antara kita, masyarakat sosial dan dengan jelas menunjukan bahwa sifat yang bernama ‘Egois’ itu lumayan dibenci oleh kalangan awam. Apakah sebegitu buruknya kah sifat Egois itu?


Jika anda mengatakan “Ya”, maka silahkan menikmati waktu anda untuk membaca tulisan singkat dari saya ini.


Egoisme ditandai dengan estimasi berlebihan akal seseorang, kemampuan, kepentingan, penampilan, kecerdasan, atau dihargai karakteristik pribadi. Dan merupakan dorongan untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan diri sendiri.– Wikipedia


Di masyarakat Indonesia khususnya, Egois itu sering diartikan sebagai sifat yang lebih mementingkan diri sendiri di atas kepentingan orang lain. Seperti yang telah banyak kita pelajari semasa sekolah dulu melalui PPKN atau PMP dengan punch line-nya, “Dahulukan kepentingan orang lain lebih dari kepentingan diri sendiri”.


Read phonetically

Saya tidak bilang bahwa kurikulum PPKN sekolah harus segera diganti karena salah total memberikan materi pelajaran, melainkan hanya ingin prinsip pengertian Egois lebih diperjelas sehingga tidak menyesatkan beberapa manusia awam yang dengan polosnya mengartikan punch line itu secara mentah-mentah. Akibat buruk yang terjadi karena pengertian yang salah tentang makna Egois adalah,


  • Banyak yang dengan mudahnya lebih memilih mati menyelamatkan orang yang dicintainya ketimbang mencari cara bagaimana agar kedua orang tersebut selamat dua-duanya.
  • Merasa dirinya inferior atau perlu merendahkan dirinya demi kesenangan orang lain.

Dan hebatnya hal tersebut telah dianggap normal!


Coba sekarang saya tanya pada anda.


Bagaimana caranya menolong finansial seseorang jika anda saja tak punya nasi untuk dimakan malam nanti? Yang ada adalah anda yang ditolong.


Bagaimana caranya membahagiakan orang tua jika anda saja tidak pernah belajar dan mengembangkan kecintaan anda pada diri anda sendiri? Yang ada adalah anda hanya menjadi beban bagi mereka.


Pikirkan sejenak…


Dan ternyata jawabannya mudah bukan. Ya pikirkan saja diri anda sendiri terlebih dahulu, baru pikirkan orang lain!


Jadilah manusia kuat untuk dapat melindungi, jadilah manusia kaya untuk dapat berderma, raihlah posisi penting di masyarakat untuk dapat berguna bagi orang banyak.


Jadilah seorang yang Egois karena itulah satu-satunya cara untuk menolong, menghormati dan memberikan kesenangan pada orang yang anda cintai dan banyak manusia lainnya.


Dan ya… Egois itu memang baik.



Sahabat anda,

Ritz.

March 25, 2011 by Grow Deuno

Beda Paradigma, Tindakan Sama, Hasil Beda!


Suatu hari ada seorang laki-laki yang tertarik dengan seorang perempuan.Perempuan ini cantik dan pintar.Laki-laki ini berusaha menarik perhatian perempuan tersebut dengan melakukan tindakan-tindakan keren dan menarik.Dia berusaha tampil optimal,menjaga penampilan menonjolkan jiwa kepemimpinan dan penolong demi menarik perhatian sang perempuan.

Untungnya,perempuan tersebut akhirnya luluh dan suka dengan laki-laki tersebut.Karena laki-laki tersebut tampak keren,unik,menarik,dan berjiwa kepemimpinan.Tentu saja perempuan suka dipimpin dan dibimbing,bukan?
March 23, 2011 by Aetos Dios

Tentang Pria dan Tangan Miliknya


Guys, bahasan kali ini akan sedikit sensitif, dan gue khawatir kalau bahasan ini menimbulkan salah persepsi. So, ada baiknya gue kasih beberapa disclamer terlebih dahulu.

Pertama, yang akan kita bahas kali ini adalah hal yang pasti pernah dilakukan oleh semua pria. And I believe that you guys are exactly understand what I'm trying to tell. Yeap, masturbation. Kedua, kita bukan orang-orang munafik yang nggak mengakui keberadaan suatu kegiatan individual yang bertujuan memuaskan hasrat seksual itu. Ketiga, yang ingin kita bahas di sini adalah atas dorongan apa kita -para pria- ngelakuin perbuatan ini. Kita nggak akan ngebahas tentang sisi baik-buruknya perbuatan ini baik dari tinjauan agama, maupun kesehatan. Keempat, gue mau minta maaf sebelumnya apabila paragraf-paragraf selanjutnya terkesan menghakimi. Gue cuma mencoba untuk mengungkapkan kebenaran, oke bro? Gue berharap apa yang gue tulis di paragraf disclamer ini bisa ngebantu elu mengerti ke mana arah pembicaraan kita kali ini.

Without any further due, let's throw this topic in! Mari awali topik ini dengan menjawab satu pertanyaan: What stimulates you? Apa yang ngedorong elu untuk melakukan masturbasi?